Cover Buku
Published
Nonfiksi - Bunga Rampai
Teknologi Pada Promosi Kesehatan Gizi Balita
Penulis
Ropitasari, S.Keb., Bdn., M.Kes
Nikmah Saro, S.Gz., M.Kes
Dr. Agus Sri Lestari, SST., S.Kep., M.Erg
Ni Putu Agustini, SKM., M.Si
Fitri Khoiriyah Parinduri, SKM., M.K.M
Ade Saputra Nasution, M.Kes
Kartika Estiani, S.Gz., M.K.M
Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes
Dr. Atik Badi'ah, S.Pd., S.Kp., M.Kes
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
2026
ISBN
978-634-05-4071-0
Jumlah Halaman
239 halaman
Harga
Rp 134.000
Abstrak
Teknologi pada Promosi Kesehatan Gizi Balita merupakan buku referensi akademik yang membahas pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung promosi kesehatan, edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang, dan pendampingan keluarga balita. Buku ini menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai media penyampai informasi, tetapi sebagai sarana strategis untuk memperluas akses edukasi, memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga, meningkatkan literasi digital, mendukung pencatatan data posyandu, mempercepat deteksi dini masalah gizi, serta mendorong pengambilan keputusan berbasis data. Ruang lingkup pembahasan mencakup makna gizi balita dalam kesehatan keluarga, periode emas tumbuh kembang anak, peran orang tua, beban ganda malnutrisi berupa stunting dan obesitas, ancaman makanan ultra-proses, pendampingan digital kesehatan, media sosial, video edukasi, infografis, aplikasi mobile, pemantauan berat badan dan tinggi badan, pencatatan asupan makanan, grafik pertumbuhan, integrasi aplikasi dengan posyandu dan puskesmas, konsultasi gizi jarak jauh, literasi digital keluarga, risiko misinformasi, perlindungan data pribadi, etika penggunaan teknologi, kesenjangan akses, serta pemanfaatan AI dan big data dalam promosi gizi balita. Dengan pendekatan konseptual, aplikatif, promotif, preventif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada keadilan kesehatan, buku ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak, inklusif, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas promosi gizi balita serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Deskripsi
Masa balita merupakan periode penting yang menentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan masa depan anak. Pada fase ini, pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada pengetahuan orang tua, pola pengasuhan, kebiasaan makan keluarga, akses terhadap layanan kesehatan, serta kemampuan keluarga memperoleh informasi yang benar. Buku Teknologi pada Promosi Kesehatan Gizi Balita hadir untuk membahas bagaimana teknologi digital dapat memperkuat promosi kesehatan dan pendampingan gizi balita di tengah perubahan kehidupan keluarga modern.
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai makna gizi balita dalam kesehatan keluarga, periode emas tumbuh kembang anak, peran orang tua dalam pemenuhan gizi, kebiasaan makan anak, promosi kesehatan sebagai upaya mengubah perilaku keluarga, serta dukungan lingkungan keluarga dalam perbaikan gizi balita. Pembahasan tersebut menjadi fondasi untuk memahami bahwa perbaikan gizi anak tidak dapat dilepaskan dari perilaku keluarga sehari-hari dan dukungan lingkungan sosial di sekitar anak.
Pada bagian berikutnya, buku ini menguraikan wajah masalah gizi balita dalam kehidupan sehari-hari, termasuk beban ganda malnutrisi berupa stunting dan obesitas, rendahnya konsumsi protein hewani, ancaman makanan ultra-proses, mitos gizi lokal, faktor sosial ekonomi, serta dampak jangka panjang malnutrisi terhadap kualitas sumber daya manusia. Pembahasan ini menegaskan bahwa masalah gizi balita bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga berkaitan dengan budaya makan, akses pangan, literasi keluarga, dan perubahan lingkungan pangan modern.
Buku ini kemudian membahas transformasi promosi kesehatan dari penyuluhan konvensional menuju pendampingan digital. Teknologi dipahami sebagai sarana untuk memperluas akses informasi, memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga, serta mendukung pendampingan berkelanjutan bagi keluarga balita. Media digital seperti media sosial, video edukasi, infografis, aplikasi mobile, grup komunikasi daring, dan platform konsultasi kesehatan dibahas sebagai ruang baru dalam edukasi gizi bagi orang tua.
Aspek aplikasi mobile menjadi salah satu perhatian penting dalam buku ini. Pembaca diajak memahami bagaimana aplikasi kesehatan dapat membantu orang tua memantau berat badan dan tinggi badan balita, mencatat asupan makanan, mengingat jadwal posyandu dan imunisasi, membaca grafik pertumbuhan, serta mengintegrasikan data anak dengan layanan posyandu dan puskesmas. Buku ini juga membahas pentingnya data posyandu sebagai dasar pengambilan keputusan cepat, deteksi dini masalah gizi, serta perencanaan intervensi kesehatan anak berbasis bukti.
Selain itu, buku ini menguraikan konsultasi gizi jarak jauh sebagai upaya mendekatkan layanan ke rumah. Telekonsultasi, aplikasi kesehatan, media sosial, pesan instan, dan platform telemedicine dibahas sebagai sarana edukasi, asesmen, pemantauan, dan tindak lanjut gizi balita. Namun, buku ini juga menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran tenaga kesehatan, kader, dan layanan tatap muka, melainkan menjadi pelengkap yang memperkuat kesinambungan pelayanan.
Bagian akhir buku membahas literasi digital keluarga dalam memilih informasi gizi, risiko misinformasi di media digital, peran kader dan tenaga kesehatan dalam edukasi literasi digital, perlindungan data pribadi anak, etika penggunaan teknologi, kesenjangan akses digital, kepercayaan keluarga terhadap layanan kesehatan digital, serta inklusivitas layanan bagi keluarga rentan. Buku ini juga mengulas masa depan promosi gizi balita melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, big data, platform digital yang ramah pengguna, konten multibahasa, model layanan hibrida, dan prinsip keadilan dalam promosi kesehatan digital.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa gizi, kesehatan masyarakat, kebidanan, keperawatan, promosi kesehatan, tenaga kesehatan, kader posyandu, pengelola program gizi, pendidik, peneliti, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara teknologi, promosi kesehatan, dan perbaikan gizi balita. Dengan cakupan yang luas dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat masa kini, buku ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan penting dalam memperkuat edukasi, pemantauan, dan pendampingan gizi balita, asalkan digunakan secara bijak, etis, inklusif, dan tetap berpihak pada kebutuhan keluarga serta tumbuh kembang anak.
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai makna gizi balita dalam kesehatan keluarga, periode emas tumbuh kembang anak, peran orang tua dalam pemenuhan gizi, kebiasaan makan anak, promosi kesehatan sebagai upaya mengubah perilaku keluarga, serta dukungan lingkungan keluarga dalam perbaikan gizi balita. Pembahasan tersebut menjadi fondasi untuk memahami bahwa perbaikan gizi anak tidak dapat dilepaskan dari perilaku keluarga sehari-hari dan dukungan lingkungan sosial di sekitar anak.
Pada bagian berikutnya, buku ini menguraikan wajah masalah gizi balita dalam kehidupan sehari-hari, termasuk beban ganda malnutrisi berupa stunting dan obesitas, rendahnya konsumsi protein hewani, ancaman makanan ultra-proses, mitos gizi lokal, faktor sosial ekonomi, serta dampak jangka panjang malnutrisi terhadap kualitas sumber daya manusia. Pembahasan ini menegaskan bahwa masalah gizi balita bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga berkaitan dengan budaya makan, akses pangan, literasi keluarga, dan perubahan lingkungan pangan modern.
Buku ini kemudian membahas transformasi promosi kesehatan dari penyuluhan konvensional menuju pendampingan digital. Teknologi dipahami sebagai sarana untuk memperluas akses informasi, memperkuat komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga, serta mendukung pendampingan berkelanjutan bagi keluarga balita. Media digital seperti media sosial, video edukasi, infografis, aplikasi mobile, grup komunikasi daring, dan platform konsultasi kesehatan dibahas sebagai ruang baru dalam edukasi gizi bagi orang tua.
Aspek aplikasi mobile menjadi salah satu perhatian penting dalam buku ini. Pembaca diajak memahami bagaimana aplikasi kesehatan dapat membantu orang tua memantau berat badan dan tinggi badan balita, mencatat asupan makanan, mengingat jadwal posyandu dan imunisasi, membaca grafik pertumbuhan, serta mengintegrasikan data anak dengan layanan posyandu dan puskesmas. Buku ini juga membahas pentingnya data posyandu sebagai dasar pengambilan keputusan cepat, deteksi dini masalah gizi, serta perencanaan intervensi kesehatan anak berbasis bukti.
Selain itu, buku ini menguraikan konsultasi gizi jarak jauh sebagai upaya mendekatkan layanan ke rumah. Telekonsultasi, aplikasi kesehatan, media sosial, pesan instan, dan platform telemedicine dibahas sebagai sarana edukasi, asesmen, pemantauan, dan tindak lanjut gizi balita. Namun, buku ini juga menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran tenaga kesehatan, kader, dan layanan tatap muka, melainkan menjadi pelengkap yang memperkuat kesinambungan pelayanan.
Bagian akhir buku membahas literasi digital keluarga dalam memilih informasi gizi, risiko misinformasi di media digital, peran kader dan tenaga kesehatan dalam edukasi literasi digital, perlindungan data pribadi anak, etika penggunaan teknologi, kesenjangan akses digital, kepercayaan keluarga terhadap layanan kesehatan digital, serta inklusivitas layanan bagi keluarga rentan. Buku ini juga mengulas masa depan promosi gizi balita melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, big data, platform digital yang ramah pengguna, konten multibahasa, model layanan hibrida, dan prinsip keadilan dalam promosi kesehatan digital.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa gizi, kesehatan masyarakat, kebidanan, keperawatan, promosi kesehatan, tenaga kesehatan, kader posyandu, pengelola program gizi, pendidik, peneliti, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara teknologi, promosi kesehatan, dan perbaikan gizi balita. Dengan cakupan yang luas dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat masa kini, buku ini menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan penting dalam memperkuat edukasi, pemantauan, dan pendampingan gizi balita, asalkan digunakan secara bijak, etis, inklusif, dan tetap berpihak pada kebutuhan keluarga serta tumbuh kembang anak.