Semburat Ungu, Segenggam Abu
Penulis: Marina Novira
Penerbit: PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit: 2026
ISBN: 978-634-0508-63-5
Jumlah Halaman: 198 halaman
Harga: Rp 102.000
Abstrak
Semburat Ungu, Segenggam Abu merupakan novel modern bernuansa prosa liris yang mengisahkan perjalanan emosional Aruna dan Angkasa dalam memahami cinta, luka, kehilangan rasa aman, dan pilihan untuk tetap bertahan dengan cara yang tidak lagi sama. Pertemuan mereka bermula dari percakapan sederhana yang perlahan tumbuh menjadi kedekatan batin, menghadirkan rasa pulang, perhatian, dan kebutuhan yang sulit diingkari. Namun, kehadiran nama-nama dari masa lalu dan pesan yang tidak seharusnya dibaca membuka retakan dalam hubungan mereka, membuat Aruna mempertanyakan posisinya, keutuhannya, serta makna menjadi seseorang yang benar-benar dipilih. Melalui alur yang lembut, intim, dan reflektif, buku ini tidak hanya membicarakan cinta sebagai perasaan yang membara, tetapi juga sebagai ruang yang rapuh, dapat hancur, dapat menjauh, dan pada akhirnya hanya mungkin bertahan ketika dipilih secara sadar, bukan sekadar dirasakan.
Deskripsi
Namun, kedekatan yang terasa tepat tidak selalu berarti aman. Di balik kehangatan itu, tersimpan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Nama-nama yang muncul tanpa sengaja, puisi yang ditujukan untuk orang lain, dan pesan-pesan yang melukai membuat Aruna perlahan menyadari bahwa cinta tidak hanya bisa retak oleh pengkhianatan besar, tetapi juga oleh hal-hal kecil yang menggerus rasa percaya. Ia tidak sekadar cemburu; ia kehilangan rasa menjadi satu-satunya.
Semburat Ungu, Segenggam Abu menghadirkan kisah cinta yang lembut sekaligus menyakitkan, tentang dua orang yang pernah saling menemukan, hampir saling menghancurkan, lalu belajar memahami bahwa mencintai tidak selalu berarti kembali seperti semula. Buku ini cocok bagi pembaca yang menyukai novel romantis bernuansa melankolis, reflektif, dan puitis—sebuah kisah tentang luka, kejujuran, jarak, penerimaan, serta pilihan untuk tetap tinggal tanpa menuntut kesempurnaan.