Cover Buku
Published
Nonfiksi - Referensi
Pengajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter di Perguruan Tinggi
Penulis
Amir Daus, M.Pd.I
Profesor Madya Ts. Dr. Hasyamuddin Bin Othman
Profesor Madya Dr. Asri Bin Selamat
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
2026
ISBN
978-634-05-4080-2
Jumlah Halaman
293 halaman
Harga
Rp 161.000
Abstrak
Pengajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter di Perguruan Tinggi merupakan buku referensi akademik yang membahas pengajaran Pendidikan Agama Islam sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Buku ini menempatkan PAI bukan sekadar sebagai mata kuliah wajib kurikuler, melainkan sebagai ruang pembinaan kepribadian yang menghubungkan pengetahuan keagamaan, penghayatan nilai, pembiasaan perilaku, tanggung jawab moral, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika kehidupan akademik maupun sosial. Ruang lingkup pembahasan mencakup posisi PAI dalam pendidikan tinggi, peralihan dari kewajiban kurikuler menuju pembentukan kepribadian, kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan agama, perubahan sosial dan tantangan moral mahasiswa, landasan pendidikan Islam, konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib, manusia sebagai hamba dan khalifah, Al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan pendidikan, karakter dan kepribadian mahasiswa Muslim, dimensi akidah, ibadah, akhlak, jasmani, intelektual, pengelolaan waktu, kemandirian, produktivitas, serta kebermanfaatan sosial. Buku ini juga membahas kurikulum, materi, metode pengajaran, peran dosen, budaya kampus, lingkungan digital, evaluasi karakter, serta penyusunan kerangka pengajaran PAI yang kontekstual. Dengan pendekatan konseptual, teologis, pedagogis, reflektif, dan aplikatif, buku ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bagaimana pengajaran PAI dapat dirancang secara lebih bermakna untuk membentuk mahasiswa yang beriman, berilmu, berakhlak, produktif, kreatif, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.
Deskripsi
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik dan terampil secara profesional. Di dalamnya terdapat tanggung jawab yang lebih mendalam, yaitu membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu secara bijaksana, menjaga integritas, menghormati nilai kemanusiaan, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sosial. Dalam konteks inilah buku Pengajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Karakter di Perguruan Tinggi hadir sebagai kajian akademik mengenai peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun karakter mahasiswa.
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai kedudukan Pendidikan Agama Islam di tengah perubahan perguruan tinggi. PAI tidak lagi cukup dipahami sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa, tetapi perlu diarahkan menjadi proses pendidikan yang mampu membentuk kepribadian. Pembahasan mengenai kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan agama menjadi salah satu titik penting, karena mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui ajaran Islam, tetapi juga perlu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional.
Pada bagian berikutnya, buku ini menguraikan landasan pendidikan Islam dalam pembentukan manusia. Konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib dibahas sebagai kerangka yang menunjukkan bahwa pendidikan Islam mencakup proses menumbuhkan, mengajarkan, membimbing, dan membentuk adab. Buku ini juga menempatkan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, sehingga pendidikan diarahkan pada keseimbangan antara pengabdian spiritual, pengembangan intelektual, tanggung jawab sosial, dan kemampuan mengelola kehidupan secara bermakna.
Buku ini kemudian membahas Pendidikan Agama Islam dalam sistem pendidikan tinggi, mulai dari perkembangan PAI di Indonesia, kedudukannya dalam kurikulum perguruan tinggi, fungsinya sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian, hingga tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Bagian penting lainnya adalah pembahasan mengenai karakter dan kepribadian mahasiswa Muslim. Buku ini menguraikan hubungan antara iman, sikap, dan perilaku, serta berbagai unsur pembentuk kepribadian seperti keluarga, kampus, masyarakat, pengalaman sosial, dan lingkungan digital. Dimensi karakter mahasiswa berbasis nilai Islam juga dibahas secara luas, meliputi keteguhan akidah, konsistensi ibadah, akhlak yang kukuh, kesehatan jasmani, kemampuan berpikir intelektual, kecakapan mengelola waktu, keteraturan dalam menjalankan urusan, kemandirian, produktivitas, dan kebermanfaatan bagi orang lain.
Selain membahas aspek karakter, buku ini juga memberikan perhatian pada kurikulum dan materi PAI yang relevan bagi mahasiswa. Pembaca diajak memahami pentingnya keseimbangan antara akidah, syariah, ibadah, akhlak, ilmu pengetahuan, teknologi, hak asasi manusia, demokrasi, serta relevansi materi dengan program studi mahasiswa. Dengan demikian, pengajaran PAI tidak berdiri terpisah dari bidang keilmuan mahasiswa, melainkan hadir sebagai landasan etik dan spiritual dalam kehidupan akademik serta profesional.
Pada bagian metode pengajaran, buku ini membahas berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran PAI, seperti kuliah interaktif, diskusi, tanya jawab, pembelajaran partisipatif, keteladanan, pembiasaan, nasihat, demonstrasi, pengalaman praktis keagamaan, bermain peran, pembelajaran kelompok, mentoring, tutorial, serta pembelajaran aktif dan kontekstual. Buku ini menegaskan bahwa keberhasilan PAI tidak hanya bergantung pada materi, tetapi juga pada cara pengajaran, keteladanan dosen, keterlibatan mahasiswa, dan suasana kampus yang mendukung pengamalan nilai Islam.
Bagian akhir buku membahas peran dosen dan lingkungan kampus dalam pembentukan karakter, dinamika hubungan antara pengajaran PAI dan karakter mahasiswa, serta kerangka pengajaran PAI yang dapat diterapkan di perguruan tinggi. Kerangka tersebut mencakup dasar penyusunan, komponen utama, tahapan pelaksanaan, perencanaan materi dan aktivitas pembelajaran, pembagian peran dosen, mahasiswa, dan institusi, evaluasi, penyempurnaan, serta keberlanjutan pengembangan PAI.
Buku ini sesuai bagi dosen Pendidikan Agama Islam, mahasiswa, pengelola perguruan tinggi, peneliti pendidikan Islam, pengembang kurikulum, praktisi pendidikan karakter, serta pembaca yang memiliki perhatian terhadap pembentukan kepribadian mahasiswa Muslim. Melalui pembahasan yang sistematis dan kontekstual, buku ini menegaskan bahwa pengajaran Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi perlu bergerak dari sekadar penyampaian materi menuju proses pembentukan manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan modern.
Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai kedudukan Pendidikan Agama Islam di tengah perubahan perguruan tinggi. PAI tidak lagi cukup dipahami sebagai mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa, tetapi perlu diarahkan menjadi proses pendidikan yang mampu membentuk kepribadian. Pembahasan mengenai kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan agama menjadi salah satu titik penting, karena mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui ajaran Islam, tetapi juga perlu menghayati dan menerapkannya dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional.
Pada bagian berikutnya, buku ini menguraikan landasan pendidikan Islam dalam pembentukan manusia. Konsep tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib dibahas sebagai kerangka yang menunjukkan bahwa pendidikan Islam mencakup proses menumbuhkan, mengajarkan, membimbing, dan membentuk adab. Buku ini juga menempatkan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi, sehingga pendidikan diarahkan pada keseimbangan antara pengabdian spiritual, pengembangan intelektual, tanggung jawab sosial, dan kemampuan mengelola kehidupan secara bermakna.
Buku ini kemudian membahas Pendidikan Agama Islam dalam sistem pendidikan tinggi, mulai dari perkembangan PAI di Indonesia, kedudukannya dalam kurikulum perguruan tinggi, fungsinya sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian, hingga tujuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa PAI memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Bagian penting lainnya adalah pembahasan mengenai karakter dan kepribadian mahasiswa Muslim. Buku ini menguraikan hubungan antara iman, sikap, dan perilaku, serta berbagai unsur pembentuk kepribadian seperti keluarga, kampus, masyarakat, pengalaman sosial, dan lingkungan digital. Dimensi karakter mahasiswa berbasis nilai Islam juga dibahas secara luas, meliputi keteguhan akidah, konsistensi ibadah, akhlak yang kukuh, kesehatan jasmani, kemampuan berpikir intelektual, kecakapan mengelola waktu, keteraturan dalam menjalankan urusan, kemandirian, produktivitas, dan kebermanfaatan bagi orang lain.
Selain membahas aspek karakter, buku ini juga memberikan perhatian pada kurikulum dan materi PAI yang relevan bagi mahasiswa. Pembaca diajak memahami pentingnya keseimbangan antara akidah, syariah, ibadah, akhlak, ilmu pengetahuan, teknologi, hak asasi manusia, demokrasi, serta relevansi materi dengan program studi mahasiswa. Dengan demikian, pengajaran PAI tidak berdiri terpisah dari bidang keilmuan mahasiswa, melainkan hadir sebagai landasan etik dan spiritual dalam kehidupan akademik serta profesional.
Pada bagian metode pengajaran, buku ini membahas berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran PAI, seperti kuliah interaktif, diskusi, tanya jawab, pembelajaran partisipatif, keteladanan, pembiasaan, nasihat, demonstrasi, pengalaman praktis keagamaan, bermain peran, pembelajaran kelompok, mentoring, tutorial, serta pembelajaran aktif dan kontekstual. Buku ini menegaskan bahwa keberhasilan PAI tidak hanya bergantung pada materi, tetapi juga pada cara pengajaran, keteladanan dosen, keterlibatan mahasiswa, dan suasana kampus yang mendukung pengamalan nilai Islam.
Bagian akhir buku membahas peran dosen dan lingkungan kampus dalam pembentukan karakter, dinamika hubungan antara pengajaran PAI dan karakter mahasiswa, serta kerangka pengajaran PAI yang dapat diterapkan di perguruan tinggi. Kerangka tersebut mencakup dasar penyusunan, komponen utama, tahapan pelaksanaan, perencanaan materi dan aktivitas pembelajaran, pembagian peran dosen, mahasiswa, dan institusi, evaluasi, penyempurnaan, serta keberlanjutan pengembangan PAI.
Buku ini sesuai bagi dosen Pendidikan Agama Islam, mahasiswa, pengelola perguruan tinggi, peneliti pendidikan Islam, pengembang kurikulum, praktisi pendidikan karakter, serta pembaca yang memiliki perhatian terhadap pembentukan kepribadian mahasiswa Muslim. Melalui pembahasan yang sistematis dan kontekstual, buku ini menegaskan bahwa pengajaran Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi perlu bergerak dari sekadar penyampaian materi menuju proses pembentukan manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan modern.