Cover depan Pendidikan Di Era Kecerdasan Artifisial
Draft Publik Nonfiksi - Bunga Rampai
Draft Publik. Halaman ini tersedia untuk keperluan verifikasi/administrasi. File PDF belum tersedia untuk publik.

Pendidikan Di Era Kecerdasan Artifisial

Penulis
Alif Lukmanul Hakim, S.Fil., M.Phil
Sitti Aminah, S.Pd., M.Pd
Wresti Andriani, S.E., M.Kom
Muhammad Kahfi Aulia, S.Kom., M.Cs
Rifahana Yoga Juanda, M.Pd., MOS
Rifahana Yoga Juanda, M.Pd., MOS
Dr. Drs. H Supriyono, M.Ed
Nanang Prihatin, S.Kom., M.Cs
Oriza Sativa, S.Pd., M.Pd.
Teguh Priyantoro, S.Kom., M.Kom
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
-
ISBN
-
Jumlah Halaman
209 halaman
Harga
Rp 119.000
Beli via WhatsApp Preview PDF belum tersedia

Abstrak

Pendidikan di Era Kecerdasan Artifisial merupakan buku referensi akademik yang membahas perubahan paradigma pendidikan sebagai dampak perkembangan kecerdasan artifisial dan teknologi digital. Buku ini menempatkan AI sebagai teknologi pendukung yang dapat meningkatkan efektivitas, personalisasi, aksesibilitas, serta pengelolaan pembelajaran, tanpa menggantikan peran manusia sebagai pusat pendidikan. Ruang lingkup pembahasan meliputi konsep dan perkembangan AI dalam pendidikan, transformasi cara belajar dan mengajar, penerapan machine learning dalam personalisasi pembelajaran, literasi digital dan literasi AI, pengembangan kurikulum serta inovasi pembelajaran, kompetensi guru, penilaian dan evaluasi berbasis AI, etika dan integritas akademik, ketergantungan teknologi, plagiarisme berbasis AI, kesenjangan digital, serta pendidikan humanis. Dengan pendekatan konseptual, pedagogis, teknologis, etis, dan aplikatif, buku ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bagaimana kecerdasan artifisial dapat dimanfaatkan secara kritis dan bertanggung jawab untuk membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, inovatif, serta tetap berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh.

Deskripsi

Perkembangan kecerdasan artifisial telah mengubah cara manusia memperoleh informasi, membangun pengetahuan, mengajar, belajar, dan melakukan evaluasi. Kehadiran teknologi generatif, sistem pembelajaran adaptif, tutor virtual, analitik pembelajaran, serta berbagai aplikasi berbasis AI membuka peluang untuk menciptakan pendidikan yang lebih personal, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Namun, perubahan tersebut juga menghadirkan pertanyaan penting mengenai posisi guru, kemampuan berpikir peserta didik, integritas akademik, keamanan data, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.

Buku Pendidikan di Era Kecerdasan Artifisial membahas perubahan tersebut dari berbagai sudut pandang. Pada bagian awal, pembaca diajak memahami konsep dasar AI, perkembangannya dalam dunia pendidikan, transformasi pembelajaran digital, serta peluang dan tantangan yang menyertainya. Pembahasan kemudian diarahkan pada perubahan peran pendidik dan peserta didik, pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang lebih aktif, mandiri, kolaboratif, dan berbasis teknologi.

Buku ini juga menguraikan penerapan machine learning dalam personalisasi pembelajaran, mulai dari pemanfaatan data belajar, prediksi risiko akademik, rekomendasi materi, penilaian adaptif, hingga peran guru sebagai penafsir data dan pengambil keputusan pedagogis. Literasi digital dan literasi AI dibahas sebagai kompetensi penting agar pendidik dan peserta didik mampu memahami cara kerja teknologi, menilai keakuratan hasil AI, mengenali bias, melindungi data pribadi, serta memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Pada bagian berikutnya, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai kurikulum dan inovasi pembelajaran, kompetensi guru, penilaian dan evaluasi berbasis AI, integritas akademik, plagiarisme berbantuan teknologi, ketergantungan terhadap AI, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta kesulitan membedakan karya asli dengan hasil mesin. Bagian akhir buku menegaskan pentingnya pendidikan humanis yang menempatkan teknologi sebagai sarana pemberdayaan, sementara empati, kreativitas, moralitas, hubungan sosial, kebijaksanaan, dan pembentukan karakter tetap berada dalam kendali manusia.

Buku ini sesuai bagi mahasiswa, dosen, guru, pengembang kurikulum, pengelola lembaga pendidikan, peneliti, praktisi teknologi pembelajaran, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara pendidikan dan kecerdasan artifisial secara lebih luas. Melalui pembahasan yang konseptual sekaligus aplikatif, buku ini menegaskan bahwa masa depan pendidikan bukanlah persaingan antara guru dan mesin, melainkan kolaborasi yang menempatkan kecanggihan teknologi di bawah arahan nilai, etika, dan tujuan kemanusiaan.