Cover Buku
Draft Publik
Nonfiksi - Bunga Rampai
Draft Publik.
Halaman ini tersedia untuk keperluan verifikasi/administrasi.
File PDF belum tersedia untuk publik.
Pemasaran UMKM dalam Kewirausahaan Lokal
Penulis
Fadli Agus Triansyah, M.Pd
Andi Cici Thania, M.Pd
Marito Ritonga, M.Pd
Herie Saksono
Dr. Eko Cahyo Mayndarto, S.E., M.M., CMA., CSRS., CATr
Rayi Retno Dwi Asih, S.E., M.M., CMA., CDMS
Dr. IGA. Alit Suryawati, S.Sos., M.Si
Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi, M.Eng., PCC., ACTC
Karina Juniarti Utami, S.Ak
RR. Ovy Noviati Nuraini Magetsari, S.E., MSM, CPM(Asia)., CDMS
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
-
ISBN
-
Jumlah Halaman
-
Harga
Rp 119.500
Beli via WhatsApp
Preview PDF belum tersedia
Abstrak
Pemasaran UMKM dalam Kewirausahaan Lokal merupakan buku referensi akademik yang membahas pemasaran sebagai bagian penting dalam pengembangan dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dengan menempatkan potensi lokal, perilaku konsumen, teknologi, dan kemampuan kewirausahaan sebagai unsur yang saling berkaitan. Buku ini menguraikan konsep UMKM dan kewirausahaan lokal, karakteristik serta peran UMKM dalam perekonomian daerah, potensi lokal sebagai sumber keunggulan usaha, konsep dan strategi pemasaran usaha kecil, perilaku konsumen, segmentasi pasar, kearifan lokal, kualitas dan keunikan produk, kemasan, inovasi, penetapan harga, promosi, branding, serta pembangunan kepercayaan konsumen. Pembahasan diperluas pada digitalisasi pemasaran melalui media sosial, marketplace, e-commerce, mesin pencari, pesan instan, komunitas digital, customer journey, pengukuran efektivitas pemasaran, serta penguatan kapabilitas digital. Buku ini juga mengkaji jaringan usaha, hubungan dengan pelanggan dan pemasok, komunitas kewirausahaan, kolaborasi antar-UMKM, pameran, kemitraan, perluasan pasar, serta pengelolaan risiko hubungan bisnis. Pada bagian akhir, pembahasan diarahkan pada integrasi kanal fisik dan digital, kecerdasan buatan, analitik data, personalisasi pengalaman pelanggan, pemasaran berkelanjutan, literasi digital, ketahanan model bisnis, serta upaya mempertahankan relevansi produk lokal dalam pasar yang semakin terhubung. Dengan pendekatan konseptual, kontekstual, dan aplikatif, buku ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bagaimana UMKM dapat membangun nilai, mengenali pasar, memperkuat identitas, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan jaringan tanpa kehilangan karakter lokal yang menjadi sumber keunggulannya.
Deskripsi
UMKM memiliki kedudukan penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat karena tidak hanya menciptakan aktivitas perdagangan, tetapi juga membuka lapangan kerja, memanfaatkan sumber daya daerah, membangun jaringan ekonomi, dan menggerakkan kewirausahaan. Namun, keberadaan produk yang baik saja tidak selalu cukup untuk membuat sebuah usaha bertahan. Pelaku UMKM perlu memahami siapa konsumennya, nilai apa yang ditawarkan, bagaimana produk dibedakan, dan melalui saluran apa produk tersebut dapat ditemukan oleh pasar.
Buku Pemasaran UMKM dalam Kewirausahaan Lokal membahas persoalan tersebut dengan menempatkan pemasaran sebagai proses yang menghubungkan potensi usaha dengan kebutuhan konsumen. Bagian awal buku menguraikan hubungan antara UMKM, kewirausahaan, potensi lokal, dan pengembangan ekonomi daerah. Lokalitas tidak dipahami sebagai pembatas pasar, tetapi sebagai sumber nilai yang dapat dikembangkan melalui bahan baku, keterampilan masyarakat, budaya, cerita, pengetahuan, serta karakter suatu wilayah.
Pembahasan kemudian diarahkan pada konsep pemasaran dalam usaha kecil dan menengah. Pemasaran tidak hanya dipahami sebagai kegiatan menjual atau mempromosikan barang, melainkan sebagai proses mengenali kebutuhan konsumen, menciptakan nilai, mengembangkan penawaran, menentukan harga, memilih saluran distribusi, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Karakter pemasaran UMKM dibahas dengan memperhatikan keterbatasan sumber daya sekaligus keunggulan berupa fleksibilitas, kedekatan dengan konsumen, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
Pemahaman terhadap konsumen dan pasar lokal menjadi bagian penting berikutnya. Buku ini membahas karakter konsumen lokal, perubahan perilaku di era digital, segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku, serta peran kearifan lokal dalam membentuk preferensi pasar. Pendekatan praktis seperti observasi konsumen, komunikasi langsung, pemantauan media sosial, pengamatan pesaing, dan evaluasi pasar diperkenalkan sebagai cara yang dapat dilakukan UMKM tanpa selalu membutuhkan riset berbiaya besar.
Pada sisi produk, pembaca diajak memahami bahwa nilai produk lokal dibangun dari kualitas, keunikan, fungsi, kemasan, inovasi, dan identitas. Produk yang berasal dari suatu daerah tidak otomatis memiliki daya saing hanya karena membawa label lokal. Nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan konsumen. Kemasan, desain, cerita produk, dan inovasi digunakan untuk memperkuat karakter tanpa menghilangkan keterhubungannya dengan masyarakat dan sumber daya asal.
Penetapan harga dibahas sebagai keputusan yang memengaruhi keuntungan, daya saing, persepsi kualitas, dan keberlanjutan usaha. Buku ini menguraikan perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, hubungan antara harga dan kualitas, promosi harga, serta kesalahan yang sering dilakukan UMKM. Pelaku usaha diarahkan untuk tidak sekadar mengikuti harga pesaing atau menawarkan harga serendah mungkin, tetapi memahami struktur biaya dan nilai yang diberikan kepada konsumen.
Promosi kemudian dibahas melalui pendekatan yang relevan dengan kemampuan UMKM. Tujuan dan sasaran promosi, bauran komunikasi, media sosial, konten, storytelling, word of mouth, ulasan konsumen, event, kolaborasi lokal, serta pengukuran efektivitas promosi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi usaha. Buku ini menekankan bahwa jumlah pengikut, tayangan, atau tanda suka tidak selalu menjadi ukuran keberhasilan apabila tidak berhubungan dengan tujuan usaha dan perilaku pelanggan.
Branding mendapat perhatian khusus karena UMKM membutuhkan identitas yang membedakannya dari banyak pilihan lain di pasar. Nama usaha, citra produk, logo, warna, tampilan visual, kemasan, kepercayaan konsumen, dan konsistensi komunikasi dibahas sebagai elemen yang membentuk pengalaman terhadap merek. Bagi produk lokal, branding sekaligus dapat menjadi sarana untuk menerjemahkan nilai budaya dan karakter daerah ke dalam identitas yang dapat dikenali pasar.
Perkembangan teknologi membawa pembahasan menuju digitalisasi pemasaran UMKM. Buku ini membedakan penggunaan teknologi secara sederhana dengan transformasi digital yang lebih strategis. Media sosial, marketplace, e-commerce, mesin pencari, konten digital, pesan instan, influencer, komunitas, serta data pelanggan dipahami sebagai bagian dari ekosistem pemasaran yang perlu dipilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan usaha. Digitalisasi bukan sekadar memiliki akun di berbagai platform, tetapi kemampuan menghubungkan teknologi dengan pelanggan, transaksi, pelayanan, dan tujuan bisnis.
Jaringan usaha juga ditempatkan sebagai modal penting dalam pengembangan UMKM. Hubungan dengan pelanggan, pemasok, reseller, distributor, komunitas, asosiasi, perguruan tinggi, pemerintah, serta mitra usaha dapat membuka akses terhadap informasi, sumber daya, pengetahuan, dan pasar baru. Kolaborasi antar-UMKM, pemasaran bersama, pameran, event, dan kemitraan dapat menjadi jalan untuk memperluas jangkauan tanpa harus menanggung seluruh biaya dan risiko secara individual.
Buku ini juga mengingatkan bahwa perluasan jaringan membawa kebutuhan akan pengelolaan hubungan dan risiko. Ketergantungan pada satu pemasok, distributor, atau kanal pemasaran dapat menjadi kelemahan ketika kondisi berubah. Karena itu, pengembangan pasar perlu diikuti pencatatan hubungan bisnis, kesepakatan yang jelas, evaluasi mitra, diversifikasi, serta kemampuan organisasi untuk mempertahankan pengetahuan dan jaringan yang telah dibangun.
Bagian akhir buku membawa pembaca pada masa depan pemasaran UMKM lokal. Integrasi toko fisik dan kanal digital, penggunaan kecerdasan buatan, analitik data, personalisasi layanan, pengalaman pelanggan, pemasaran berkelanjutan, penguatan literasi digital, serta adaptasi model bisnis dibahas sebagai bagian dari perubahan lanskap pemasaran. Teknologi diposisikan sebagai alat yang membantu manusia membaca pasar, mempercepat pekerjaan, dan meningkatkan pelayanan, bukan sebagai pengganti sepenuhnya atas pengetahuan, pengalaman, dan hubungan personal yang menjadi kekuatan banyak UMKM.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa manajemen, pemasaran, kewirausahaan, ekonomi, bisnis, dan administrasi bisnis, dosen, peneliti, pelaku UMKM, pendamping usaha, pemerintah daerah, pengelola komunitas kewirausahaan, serta masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Melalui sepuluh bab dengan perspektif yang beragam, buku ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pemasaran UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan menjual produk, tetapi juga pada kemampuan memahami konsumen, membangun nilai, menjaga identitas, mengembangkan jaringan, membaca data, serta beradaptasi terhadap perubahan pasar secara berkelanjutan.
Buku Pemasaran UMKM dalam Kewirausahaan Lokal membahas persoalan tersebut dengan menempatkan pemasaran sebagai proses yang menghubungkan potensi usaha dengan kebutuhan konsumen. Bagian awal buku menguraikan hubungan antara UMKM, kewirausahaan, potensi lokal, dan pengembangan ekonomi daerah. Lokalitas tidak dipahami sebagai pembatas pasar, tetapi sebagai sumber nilai yang dapat dikembangkan melalui bahan baku, keterampilan masyarakat, budaya, cerita, pengetahuan, serta karakter suatu wilayah.
Pembahasan kemudian diarahkan pada konsep pemasaran dalam usaha kecil dan menengah. Pemasaran tidak hanya dipahami sebagai kegiatan menjual atau mempromosikan barang, melainkan sebagai proses mengenali kebutuhan konsumen, menciptakan nilai, mengembangkan penawaran, menentukan harga, memilih saluran distribusi, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Karakter pemasaran UMKM dibahas dengan memperhatikan keterbatasan sumber daya sekaligus keunggulan berupa fleksibilitas, kedekatan dengan konsumen, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
Pemahaman terhadap konsumen dan pasar lokal menjadi bagian penting berikutnya. Buku ini membahas karakter konsumen lokal, perubahan perilaku di era digital, segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku, serta peran kearifan lokal dalam membentuk preferensi pasar. Pendekatan praktis seperti observasi konsumen, komunikasi langsung, pemantauan media sosial, pengamatan pesaing, dan evaluasi pasar diperkenalkan sebagai cara yang dapat dilakukan UMKM tanpa selalu membutuhkan riset berbiaya besar.
Pada sisi produk, pembaca diajak memahami bahwa nilai produk lokal dibangun dari kualitas, keunikan, fungsi, kemasan, inovasi, dan identitas. Produk yang berasal dari suatu daerah tidak otomatis memiliki daya saing hanya karena membawa label lokal. Nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan konsumen. Kemasan, desain, cerita produk, dan inovasi digunakan untuk memperkuat karakter tanpa menghilangkan keterhubungannya dengan masyarakat dan sumber daya asal.
Penetapan harga dibahas sebagai keputusan yang memengaruhi keuntungan, daya saing, persepsi kualitas, dan keberlanjutan usaha. Buku ini menguraikan perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, hubungan antara harga dan kualitas, promosi harga, serta kesalahan yang sering dilakukan UMKM. Pelaku usaha diarahkan untuk tidak sekadar mengikuti harga pesaing atau menawarkan harga serendah mungkin, tetapi memahami struktur biaya dan nilai yang diberikan kepada konsumen.
Promosi kemudian dibahas melalui pendekatan yang relevan dengan kemampuan UMKM. Tujuan dan sasaran promosi, bauran komunikasi, media sosial, konten, storytelling, word of mouth, ulasan konsumen, event, kolaborasi lokal, serta pengukuran efektivitas promosi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi usaha. Buku ini menekankan bahwa jumlah pengikut, tayangan, atau tanda suka tidak selalu menjadi ukuran keberhasilan apabila tidak berhubungan dengan tujuan usaha dan perilaku pelanggan.
Branding mendapat perhatian khusus karena UMKM membutuhkan identitas yang membedakannya dari banyak pilihan lain di pasar. Nama usaha, citra produk, logo, warna, tampilan visual, kemasan, kepercayaan konsumen, dan konsistensi komunikasi dibahas sebagai elemen yang membentuk pengalaman terhadap merek. Bagi produk lokal, branding sekaligus dapat menjadi sarana untuk menerjemahkan nilai budaya dan karakter daerah ke dalam identitas yang dapat dikenali pasar.
Perkembangan teknologi membawa pembahasan menuju digitalisasi pemasaran UMKM. Buku ini membedakan penggunaan teknologi secara sederhana dengan transformasi digital yang lebih strategis. Media sosial, marketplace, e-commerce, mesin pencari, konten digital, pesan instan, influencer, komunitas, serta data pelanggan dipahami sebagai bagian dari ekosistem pemasaran yang perlu dipilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan usaha. Digitalisasi bukan sekadar memiliki akun di berbagai platform, tetapi kemampuan menghubungkan teknologi dengan pelanggan, transaksi, pelayanan, dan tujuan bisnis.
Jaringan usaha juga ditempatkan sebagai modal penting dalam pengembangan UMKM. Hubungan dengan pelanggan, pemasok, reseller, distributor, komunitas, asosiasi, perguruan tinggi, pemerintah, serta mitra usaha dapat membuka akses terhadap informasi, sumber daya, pengetahuan, dan pasar baru. Kolaborasi antar-UMKM, pemasaran bersama, pameran, event, dan kemitraan dapat menjadi jalan untuk memperluas jangkauan tanpa harus menanggung seluruh biaya dan risiko secara individual.
Buku ini juga mengingatkan bahwa perluasan jaringan membawa kebutuhan akan pengelolaan hubungan dan risiko. Ketergantungan pada satu pemasok, distributor, atau kanal pemasaran dapat menjadi kelemahan ketika kondisi berubah. Karena itu, pengembangan pasar perlu diikuti pencatatan hubungan bisnis, kesepakatan yang jelas, evaluasi mitra, diversifikasi, serta kemampuan organisasi untuk mempertahankan pengetahuan dan jaringan yang telah dibangun.
Bagian akhir buku membawa pembaca pada masa depan pemasaran UMKM lokal. Integrasi toko fisik dan kanal digital, penggunaan kecerdasan buatan, analitik data, personalisasi layanan, pengalaman pelanggan, pemasaran berkelanjutan, penguatan literasi digital, serta adaptasi model bisnis dibahas sebagai bagian dari perubahan lanskap pemasaran. Teknologi diposisikan sebagai alat yang membantu manusia membaca pasar, mempercepat pekerjaan, dan meningkatkan pelayanan, bukan sebagai pengganti sepenuhnya atas pengetahuan, pengalaman, dan hubungan personal yang menjadi kekuatan banyak UMKM.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa manajemen, pemasaran, kewirausahaan, ekonomi, bisnis, dan administrasi bisnis, dosen, peneliti, pelaku UMKM, pendamping usaha, pemerintah daerah, pengelola komunitas kewirausahaan, serta masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Melalui sepuluh bab dengan perspektif yang beragam, buku ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pemasaran UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan menjual produk, tetapi juga pada kemampuan memahami konsumen, membangun nilai, menjaga identitas, mengembangkan jaringan, membaca data, serta beradaptasi terhadap perubahan pasar secara berkelanjutan.