Cover depan Menuju Kita
Published Fiksi - puisi/prosa liris kolaboratif

Menuju Kita

Menyalakan musim semi di dinginnya musim gugur

Penulis: Marina Novira Anggraini, Paput Tri Cahyono, Aruna Lestari

Penerbit: PT Ruang Literasi Digital

Tahun Terbit: 2026

ISBN: 978-634-0509-12-0

Jumlah Halaman: 117 halaman

Harga: Rp 93.000

Lihat Preview PDF

Abstrak

Menuju Kita: Menyalakan Musim Semi di Dingin­nya Musim Gugur merupakan kumpulan puisi dan prosa liris yang merekam perjalanan batin manusia dalam memahami cinta, rindu, jarak, kecemburuan, pertemuan, perpisahan, serta harapan yang tetap tumbuh di tengah luka. Melalui tiga suara penulis, buku ini menghadirkan pengalaman emosional yang berlapis: ada kelembutan dalam menunggu, kegelisahan dalam mempertahankan hubungan, keintiman dalam kenangan, dan kesadaran bahwa cinta tidak selalu hadir dalam bentuk yang utuh, tetapi tetap dapat menyala melalui doa, ingatan, serta keberanian untuk bertahan. Dengan diksi puitis, reflektif, dan intim, karya ini menempatkan musim semi sebagai lambang kebaruan batin yang dapat tumbuh bahkan ketika hati berada dalam musim paling dingin.

Deskripsi

Menuju Kita adalah ruang sunyi tempat cinta, rindu, dan jarak saling berbicara. Di dalamnya, tiga penulis merangkai perasaan melalui puisi dan prosa liris yang bergerak dari tatapan pertama, kegelisahan menunggu, kecemburuan yang diam-diam melukai, sampai harapan untuk tetap bersama meski waktu dan tempat kerap memberi batas. Setiap bagian terasa seperti percakapan lirih antara dua hati yang saling mencari, saling mempertahankan, dan sesekali saling terluka.

Buku ini tidak menghadirkan kisah cinta sebagai sesuatu yang selalu manis. Cinta di dalamnya kadang menjadi peluk, kadang menjadi jarak, kadang menjelma bandara, secangkir kopi, senja, hujan, malam, atau ruang yang menyimpan kenangan. Ada tokoh aku dan kamu yang terus hadir dalam banyak bentuk: sebagai seseorang yang dirindukan, ditunggu, dicemburui, dilepaskan, tetapi juga tetap diharapkan. Pada bagian-bagian tertentu, buku ini menyentuh perasaan kehilangan dan kepergian, namun tidak berhenti sebagai duka; ia bergerak menuju penerimaan yang pelan, hangat, dan manusiawi.

Melalui bahasa yang lembut, emosional, dan kontemplatif, Menuju Kita cocok dibaca oleh pembaca yang menyukai karya sastra bernuansa romantis-melankolis, terutama puisi dan prosa pendek tentang cinta, kerinduan, jarak, ingatan, dan harapan. Buku ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah mencintai dengan sungguh-sungguh, menunggu dengan sabar, atau belajar tetap menyalakan cahaya kecil di dalam hati ketika keadaan terasa dingin dan sunyi.