Lada
Jejak Diplomasi Nusantara Menuju Panggung Dunia
Penulis: Marina Novira Anggraini, S.Sos., M.E
Penerbit: PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit: -
Jumlah Halaman: 150 halaman
Harga: Rp 142.000
Abstrak
LADA: Jejak Diplomasi Nusantara Menuju Panggung Dunia membahas perjalanan lada sebagai komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan, diplomasi, dan tata kelola ekonomi Indonesia. Buku ini menempatkan lada tidak sekadar sebagai rempah dapur, tetapi sebagai simbol daya tawar Nusantara yang sejak masa pelabuhan kuno, Kesultanan Banten, Lampung, Bangka Belitung, hingga simpul perdagangan modern seperti Batam telah membentuk jejaring ekonomi dan diplomasi yang luas. Ruang lingkup pembahasan mencakup sejarah lada dalam perdagangan dunia, perebutan hegemoni pada masa VOC, dinamika kehidupan petani, hilirisasi produk bernilai tambah, peta persaingan global, diplomasi komoditas modern, peran International Pepper Community, serta peluang Indonesia dalam membangun kepemimpinan rempah berbasis origin branding, keberlanjutan, inovasi, dan tata kelola yang lebih adil. Dengan pendekatan naratif-informatif yang berpijak pada sumber ilmiah dan kelembagaan, buku ini bertujuan memperluas cara pandang pembaca terhadap lada sebagai warisan sejarah sekaligus aset strategis masa depan Indonesia.
Deskripsi
Buku ini menelusuri jejak lada dari masa kejayaan perdagangan rempah Nusantara, peran Lampung dan Banten dalam diplomasi lada, reputasi Muntok White Pepper dari Bangka Belitung, hingga dinamika hegemoni VOC yang menjadikan lada sebagai objek monopoli dan kontrol ekonomi. Pembahasan kemudian bergerak ke masa kini, ketika lada tidak hanya hidup dalam narasi sejarah, tetapi juga di kebun-kebun rakyat, sentra produksi, industri hilir, pasar ekspor, forum internasional, dan tata kelola komoditas global.
Melalui bahasa yang mengalir, reflektif, dan tetap informatif, buku ini menjelaskan tantangan serta peluang lada Indonesia di tengah fluktuasi harga, persaingan negara produsen lain, tuntutan mutu, keberlanjutan, hilirisasi, digitalisasi pasar, dan kebutuhan membangun reputasi asal produk. Di dalamnya, pembaca akan menemukan bahwa masa depan lada Indonesia tidak cukup hanya ditentukan oleh volume produksi, tetapi juga oleh kemampuan mengelola nilai tambah, branding, inovasi, kesejahteraan petani, dan kepemimpinan diplomatik.
Buku ini sesuai bagi pembaca umum, mahasiswa, akademisi, pelaku perdagangan, pengambil kebijakan, praktisi ekspor, pemerhati komoditas, serta siapa pun yang ingin memahami bagaimana satu butir lada dapat menjadi pintu masuk untuk membaca sejarah, ekonomi, diplomasi, dan masa depan Indonesia di panggung dunia.