Cover Buku
Published
Nonfiksi - Buku Ajar
Filsafat Ilmu
Sebagai Metodologi Penelitian Manajemen Sumber Daya Manusia
Penulis
Dr. H. John Chaidir, M.M., M.AP., M.Ikom., M.Pd
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
2026
ISBN
978-634-05-6569-0
Jumlah Halaman
670 halaman
Harga
Rp 350.000
Abstrak
Filsafat Ilmu: Sebagai Metodologi Penelitian MSDM merupakan buku referensi akademik yang membahas filsafat ilmu sebagai dasar konseptual, metodologis, dan etis dalam pengembangan penelitian ilmiah, khususnya pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Buku ini menempatkan ilmu pengetahuan bukan semata-mata sebagai hasil penelitian, tetapi sebagai konstruksi yang lahir dari integrasi pengalaman, pengetahuan, teori ilmiah, dan riset yang sistematis. Ruang lingkup pembahasan mencakup definisi filsafat ilmu sebagai metasains, tiga pilar utama filsafat ilmu berupa ontologi, epistemologi, dan aksiologi, sejarah perkembangan pemikiran filsafat dari Yunani Kuno, dunia Islam, Abad Pertengahan, Renaisans, Pencerahan, positivisme logis, falsifikasionisme, hingga filsafat ilmu kontemporer. Buku ini juga menguraikan etika, logika, epistemologi, metafisika, estetika, objektivitas, metode ilmiah, teori ilmiah, reduksionisme, holisme, teori kebenaran, prosedur berpikir ilmiah, sumber ilmu, tugas ilmu pengetahuan, penelitian ilmiah, metode dan metodologi penelitian, pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan campuran, studi kasus, fenomenologi, teori dalam penelitian SDM, model pengutipan teori, serta kebaruan penelitian. Dengan pendekatan filosofis, historis, metodologis, reflektif, dan aplikatif, buku ini bertujuan memberikan landasan berpikir bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi agar mampu memahami penelitian bukan hanya sebagai prosedur teknis, melainkan sebagai aktivitas ilmiah yang menuntut kejernihan nalar, validitas metode, tanggung jawab etis, dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu serta kemanusiaan.
Deskripsi
Ilmu pengetahuan tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari rasa ingin tahu, pengalaman manusia, pembentukan teori, pengujian empiris, dan perenungan filosofis yang terus bergerak dari zaman ke zaman. Dalam dunia akademik modern, penelitian sering kali dipahami secara teknis sebagai rangkaian prosedur pengumpulan data, analisis, dan pelaporan. Namun, di balik setiap penelitian terdapat pertanyaan yang lebih mendasar: apa hakikat objek yang diteliti, bagaimana pengetahuan diperoleh, dan untuk apa ilmu tersebut digunakan?
Buku Filsafat Ilmu: Sebagai Metodologi Penelitian MSDM hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui kajian yang luas dan mendalam. Buku ini menempatkan filsafat ilmu sebagai fondasi dalam memahami ilmu pengetahuan, bukan hanya dari sisi metode, tetapi juga dari sisi makna, nilai, dan tanggung jawab penggunaannya. Pembaca diajak melihat filsafat ilmu sebagai metasains, yaitu ilmu yang menguji dasar, struktur, prosedur, dan validitas pengetahuan ilmiah.
Bagian awal buku membahas definisi filsafat ilmu, tiga pilar utama filsafat ilmu, tokoh-tokoh filsuf awal, hubungan antara filsafat, ilmu pengetahuan, dan perilaku manusia, serta manfaat memahami filsafat dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pembahasan mengenai Plato, Aristoteles, Cicero, Pythagoras, Socrates, serta kontribusi ilmuwan Muslim seperti Al-Kindi, Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, Ibnu al-Haytham, Ibnu Rusyd, dan Al-Biruni menunjukkan bahwa perkembangan ilmu merupakan perjalanan panjang lintas peradaban.
Buku ini kemudian menguraikan ruang berpikir filsafat melalui cabang-cabang utama seperti etika, logika, epistemologi, metafisika, dan estetika. Etika dibahas sebagai landasan moral dalam perilaku dan pengambilan keputusan, logika sebagai alat berpikir yang benar dan valid, epistemologi sebagai dasar cara memperoleh pengetahuan, metafisika sebagai kajian tentang hakikat realitas dan eksistensi, serta estetika sebagai kajian mengenai keindahan, seni, persepsi, dan nilai visual dalam kehidupan manusia.
Pada bagian dialektika filsafat dan penelitian ilmiah, buku ini membahas hubungan antara objektivitas, metode ilmiah, teori ilmiah, reduksionisme, holisme, dan etika. Dalam konteks MSDM, pembahasan tersebut menjadi penting karena manusia sebagai objek kajian organisasi tidak dapat diperlakukan semata-mata sebagai angka, variabel, atau faktor produksi. Penelitian MSDM perlu memahami manusia secara ontologis sebagai pribadi yang memiliki kehendak, emosi, nilai, pengalaman, dan martabat.
Buku ini juga memberikan perhatian pada hakikat ilmu pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ilmiah. Pembaca diajak memahami ilmu bukan sekadar kumpulan informasi, melainkan proses dinamis yang dibangun melalui teori, data, metode, pengalaman, dan paradigma. Pemikiran Karl Pearson, Thomas Kuhn, St. Thomas Aquinas, Francis Bacon, dan tokoh-tokoh lain digunakan untuk menunjukkan bagaimana ilmu berkembang melalui objektivitas, pembentukan teori, revolusi paradigma, dan pencarian kebenaran.
Pada bagian sejarah dan hakikat filsafat ilmu, buku ini menelusuri perkembangan pemikiran dari era Yunani Kuno, Abad Pertengahan, masa kejayaan Islam, Renaisans, Revolusi Ilmiah, Pencerahan, abad ke-19 dan ke-20, positivisme logis, falsifikasionisme, hingga filsafat ilmu kontemporer. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa ilmu selalu bergerak bersama konteks sejarah, budaya, agama, rasionalitas, dan kebutuhan manusia untuk memahami realitas secara lebih utuh.
Buku ini kemudian masuk ke pembahasan yang lebih metodologis, meliputi metode berpikir ilmiah, teori kebenaran, filtrasi informasi di era digital, prosedur berpikir ilmiah, sumber ilmu, alat berpikir ilmiah, serta langkah-langkah penelitian dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Bahasa, logika, matematika, dan statistika dibahas sebagai instrumen penting yang membantu peneliti menyusun argumen, membangun kerangka berpikir, mengolah data, dan menarik kesimpulan secara bertanggung jawab.
Bagian penelitian dan metodologi penelitian menjadi salah satu inti buku ini. Pembahasan mencakup latar belakang melakukan penelitian, pengertian riset, karakteristik penelitian ilmiah, tahapan penelitian, sikap ilmiah, perbedaan metode dan metodologi, tujuan serta peranan penelitian, karakteristik penelitian yang baik, pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods, penyusunan proposal dan laporan penelitian, judul penelitian, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, kerangka teoretis, hipotesis, proposisi, operasionalisasi variabel, daftar pustaka, reliabilitas, validitas, serta fungsi strategis literatur dalam penelitian.
Buku ini juga membahas secara khusus penelitian kualitatif tipe studi kasus dan fenomenologi. Studi kasus dijelaskan sebagai strategi penelitian yang mengeksplorasi sistem terikat secara mendalam melalui konteks nyata, sedangkan fenomenologi dibahas sebagai pendekatan yang menggali esensi pengalaman hidup manusia. Kedua pendekatan ini ditempatkan sebagai metode yang relevan untuk memahami fenomena kompleks dalam organisasi, kepemimpinan, perilaku manusia, dan praktik Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pada bagian teori, buku ini menegaskan bahwa teori bukan sekadar kumpulan pendapat ahli, tetapi fondasi epistemologis dan instrumen analitis yang menentukan arah penelitian. Pembaca diajak memahami definisi teori, kedudukan teori dalam kajian ilmiah, konstruk teori, jenis-jenis teori dalam penelitian SDM, teori deduktif dan induktif, fungsi teori, langkah penyusunan kajian teori, serta model pengutipan teori seperti APA Style, Harvard Style, dan model Universitas Primagraha.
Bagian novelty atau kebaruan membahas pentingnya orisinalitas dalam karya ilmiah. Kebaruan tidak selalu harus lahir dari variabel yang sepenuhnya baru, tetapi dapat muncul melalui perbedaan konteks, metode, objek, gap penelitian, ide, pendekatan, atau sintesis teori yang lebih tajam. Buku ini menekankan bahwa novelty merupakan salah satu tanda kualitas penelitian karena membedakan karya ilmiah dari pengulangan pasif atau plagiarisme.
Pada bagian akhir, buku ini menyajikan sintesis konklusif mengenai hakikat ilmu pengetahuan sebagai integrasi antara pengalaman, pengetahuan, teori ilmiah, dan penelitian. Ilmu tidak dipersempit hanya sebagai hasil riset, melainkan dipahami sebagai proses yang melibatkan rasio, metode ilmiah, alat berpikir, paradigma, nilai, serta tanggung jawab moral. Dengan demikian, filsafat ilmu diposisikan sebagai kompas intelektual yang membantu peneliti menjaga keseimbangan antara ketelitian metodologis dan kebijaksanaan etis.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa, dosen, peneliti, pembimbing skripsi, tesis, dan disertasi, praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia, pengelola pendidikan tinggi, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara filsafat ilmu dan metodologi penelitian secara lebih mendalam. Dengan cakupan yang luas, buku ini dapat menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin membangun penelitian yang tidak hanya sahih secara teknis, tetapi juga kuat secara filosofis, jernih secara logis, etis dalam tujuan, dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu serta kehidupan manusia.
Buku Filsafat Ilmu: Sebagai Metodologi Penelitian MSDM hadir untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui kajian yang luas dan mendalam. Buku ini menempatkan filsafat ilmu sebagai fondasi dalam memahami ilmu pengetahuan, bukan hanya dari sisi metode, tetapi juga dari sisi makna, nilai, dan tanggung jawab penggunaannya. Pembaca diajak melihat filsafat ilmu sebagai metasains, yaitu ilmu yang menguji dasar, struktur, prosedur, dan validitas pengetahuan ilmiah.
Bagian awal buku membahas definisi filsafat ilmu, tiga pilar utama filsafat ilmu, tokoh-tokoh filsuf awal, hubungan antara filsafat, ilmu pengetahuan, dan perilaku manusia, serta manfaat memahami filsafat dalam kehidupan akademik maupun sosial. Pembahasan mengenai Plato, Aristoteles, Cicero, Pythagoras, Socrates, serta kontribusi ilmuwan Muslim seperti Al-Kindi, Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, Ibnu al-Haytham, Ibnu Rusyd, dan Al-Biruni menunjukkan bahwa perkembangan ilmu merupakan perjalanan panjang lintas peradaban.
Buku ini kemudian menguraikan ruang berpikir filsafat melalui cabang-cabang utama seperti etika, logika, epistemologi, metafisika, dan estetika. Etika dibahas sebagai landasan moral dalam perilaku dan pengambilan keputusan, logika sebagai alat berpikir yang benar dan valid, epistemologi sebagai dasar cara memperoleh pengetahuan, metafisika sebagai kajian tentang hakikat realitas dan eksistensi, serta estetika sebagai kajian mengenai keindahan, seni, persepsi, dan nilai visual dalam kehidupan manusia.
Pada bagian dialektika filsafat dan penelitian ilmiah, buku ini membahas hubungan antara objektivitas, metode ilmiah, teori ilmiah, reduksionisme, holisme, dan etika. Dalam konteks MSDM, pembahasan tersebut menjadi penting karena manusia sebagai objek kajian organisasi tidak dapat diperlakukan semata-mata sebagai angka, variabel, atau faktor produksi. Penelitian MSDM perlu memahami manusia secara ontologis sebagai pribadi yang memiliki kehendak, emosi, nilai, pengalaman, dan martabat.
Buku ini juga memberikan perhatian pada hakikat ilmu pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ilmiah. Pembaca diajak memahami ilmu bukan sekadar kumpulan informasi, melainkan proses dinamis yang dibangun melalui teori, data, metode, pengalaman, dan paradigma. Pemikiran Karl Pearson, Thomas Kuhn, St. Thomas Aquinas, Francis Bacon, dan tokoh-tokoh lain digunakan untuk menunjukkan bagaimana ilmu berkembang melalui objektivitas, pembentukan teori, revolusi paradigma, dan pencarian kebenaran.
Pada bagian sejarah dan hakikat filsafat ilmu, buku ini menelusuri perkembangan pemikiran dari era Yunani Kuno, Abad Pertengahan, masa kejayaan Islam, Renaisans, Revolusi Ilmiah, Pencerahan, abad ke-19 dan ke-20, positivisme logis, falsifikasionisme, hingga filsafat ilmu kontemporer. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa ilmu selalu bergerak bersama konteks sejarah, budaya, agama, rasionalitas, dan kebutuhan manusia untuk memahami realitas secara lebih utuh.
Buku ini kemudian masuk ke pembahasan yang lebih metodologis, meliputi metode berpikir ilmiah, teori kebenaran, filtrasi informasi di era digital, prosedur berpikir ilmiah, sumber ilmu, alat berpikir ilmiah, serta langkah-langkah penelitian dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Bahasa, logika, matematika, dan statistika dibahas sebagai instrumen penting yang membantu peneliti menyusun argumen, membangun kerangka berpikir, mengolah data, dan menarik kesimpulan secara bertanggung jawab.
Bagian penelitian dan metodologi penelitian menjadi salah satu inti buku ini. Pembahasan mencakup latar belakang melakukan penelitian, pengertian riset, karakteristik penelitian ilmiah, tahapan penelitian, sikap ilmiah, perbedaan metode dan metodologi, tujuan serta peranan penelitian, karakteristik penelitian yang baik, pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods, penyusunan proposal dan laporan penelitian, judul penelitian, latar belakang, rumusan masalah, tujuan, kerangka teoretis, hipotesis, proposisi, operasionalisasi variabel, daftar pustaka, reliabilitas, validitas, serta fungsi strategis literatur dalam penelitian.
Buku ini juga membahas secara khusus penelitian kualitatif tipe studi kasus dan fenomenologi. Studi kasus dijelaskan sebagai strategi penelitian yang mengeksplorasi sistem terikat secara mendalam melalui konteks nyata, sedangkan fenomenologi dibahas sebagai pendekatan yang menggali esensi pengalaman hidup manusia. Kedua pendekatan ini ditempatkan sebagai metode yang relevan untuk memahami fenomena kompleks dalam organisasi, kepemimpinan, perilaku manusia, dan praktik Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pada bagian teori, buku ini menegaskan bahwa teori bukan sekadar kumpulan pendapat ahli, tetapi fondasi epistemologis dan instrumen analitis yang menentukan arah penelitian. Pembaca diajak memahami definisi teori, kedudukan teori dalam kajian ilmiah, konstruk teori, jenis-jenis teori dalam penelitian SDM, teori deduktif dan induktif, fungsi teori, langkah penyusunan kajian teori, serta model pengutipan teori seperti APA Style, Harvard Style, dan model Universitas Primagraha.
Bagian novelty atau kebaruan membahas pentingnya orisinalitas dalam karya ilmiah. Kebaruan tidak selalu harus lahir dari variabel yang sepenuhnya baru, tetapi dapat muncul melalui perbedaan konteks, metode, objek, gap penelitian, ide, pendekatan, atau sintesis teori yang lebih tajam. Buku ini menekankan bahwa novelty merupakan salah satu tanda kualitas penelitian karena membedakan karya ilmiah dari pengulangan pasif atau plagiarisme.
Pada bagian akhir, buku ini menyajikan sintesis konklusif mengenai hakikat ilmu pengetahuan sebagai integrasi antara pengalaman, pengetahuan, teori ilmiah, dan penelitian. Ilmu tidak dipersempit hanya sebagai hasil riset, melainkan dipahami sebagai proses yang melibatkan rasio, metode ilmiah, alat berpikir, paradigma, nilai, serta tanggung jawab moral. Dengan demikian, filsafat ilmu diposisikan sebagai kompas intelektual yang membantu peneliti menjaga keseimbangan antara ketelitian metodologis dan kebijaksanaan etis.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa, dosen, peneliti, pembimbing skripsi, tesis, dan disertasi, praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia, pengelola pendidikan tinggi, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara filsafat ilmu dan metodologi penelitian secara lebih mendalam. Dengan cakupan yang luas, buku ini dapat menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin membangun penelitian yang tidak hanya sahih secara teknis, tetapi juga kuat secara filosofis, jernih secara logis, etis dalam tujuan, dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu serta kehidupan manusia.