Cover Buku
Published
Nonfiksi - Bunga Rampai
Akuntansi & Audit Lingkungan (ESG)
Penulis
Edi Susanto, S.E., M.M., Ak
Dr. Sari Rahmadhani, S.E., M.Si., Akt., CA
Noor Salim, S.E., M.Si
Anisa Kusumawardani, S.E., M.Si
DR. Zati Rizka Fadhila, S.E., M.Ak
Mirna Dyah Praptitorini, S.E, M.Si
Miratul Husna Neris, S.Ak., M.Ak
Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi, M.Eng., PCC., ACTC
Andi Kartika, S.E., M.M., Ak., CA
Widyaningsih Azizah, S.E., Ak., M.Sc., CA
Penerbit
PT Ruang Literasi Digital
Tahun Terbit
2026
ISBN
978-634-05-6607-9
Jumlah Halaman
270 halaman
Harga
Rp 150.000
Abstrak
Akuntansi & Audit Lingkungan (ESG) merupakan buku referensi akademik yang membahas peran akuntansi, audit, tata kelola, dan pelaporan dalam mendukung pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan organisasi. Buku ini menempatkan ESG bukan sekadar sebagai kerangka pengungkapan nonkeuangan, tetapi sebagai bagian dari sistem pengambilan keputusan, pengendalian, manajemen risiko, akuntabilitas, dan penciptaan nilai jangka panjang. Ruang lingkup pembahasan mencakup definisi dan evolusi ESG, dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola, akuntansi lingkungan, teori legitimasi, teori pemangku kepentingan, teori keagenan, teori sinyal, Resource-Based View, identifikasi dan klasifikasi biaya lingkungan, Triple Bottom Line, pengendalian manajemen berbasis keberlanjutan, perubahan iklim, emisi karbon, energi bersih, sumber daya alam, air, biodiversitas, limbah dan ekonomi sirkular, ketenagakerjaan, hak asasi manusia, keterlibatan masyarakat, tata kelola organisasi, SDGs, Paris Agreement, keuangan berkelanjutan, pelaporan ESG, IFRS S1 dan S2, regulasi keberlanjutan di Indonesia, audit lingkungan, sustainability assurance, materialitas, bukti audit, greenwashing, pengukuran kinerja dan risiko ESG, serta implementasi ESG pada sektor keuangan, energi, pertambangan, manufaktur, agribisnis, kehutanan, properti, infrastruktur, dan konstruksi. Buku ini juga membahas transformasi digital, peningkatan kapasitas organisasi, kolaborasi pemangku kepentingan, dan strategi membangun organisasi berkelanjutan. Melalui pendekatan konseptual, teoretis, regulatif, praktis, dan lintas sektor, buku ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bagaimana informasi ESG dapat diidentifikasi, diukur, dilaporkan, diverifikasi, dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Deskripsi
Perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya alam, tuntutan perlindungan sosial, serta meningkatnya perhatian terhadap kualitas tata kelola telah mengubah cara organisasi dinilai. Kinerja keuangan tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Investor, regulator, konsumen, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan semakin membutuhkan informasi yang mampu menjelaskan bagaimana organisasi mengelola dampak lingkungan, hubungan sosial, risiko keberlanjutan, dan kualitas tata kelolanya.
Buku Akuntansi & Audit Lingkungan (ESG) hadir sebagai referensi yang menghubungkan isu keberlanjutan dengan disiplin akuntansi dan audit. Bagian awal buku memperkenalkan konsep dasar Environmental, Social, and Governance, perkembangan ESG dari gagasan tanggung jawab sosial menuju kerangka pengukuran dan pengungkapan yang lebih terstruktur, serta hubungan ESG dengan strategi organisasi, manajemen risiko, akuntansi, dan fungsi audit.
Pembahasan kemudian diarahkan pada akuntansi lingkungan dan keberlanjutan. Pembaca diperkenalkan pada berbagai teori yang menjelaskan praktik pengungkapan lingkungan, seperti teori legitimasi, teori pemangku kepentingan, teori keagenan, teori sinyal, serta Resource-Based View. Buku ini juga membahas identifikasi, klasifikasi, dan alokasi biaya lingkungan, biaya sosial, investasi hijau, efisiensi sumber daya, Triple Bottom Line, Sustainability Reporting, serta integrasi informasi lingkungan ke dalam sistem pengendalian manajemen.
Dimensi lingkungan dalam ESG dibahas melalui berbagai isu seperti perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, konsumsi energi, transisi energi bersih, penggunaan air, pemanfaatan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, limbah, polusi, dan ekonomi sirkular. Pembaca diajak memahami bahwa pengelolaan lingkungan tidak cukup dinilai dari banyaknya informasi yang dilaporkan, tetapi perlu dibaca melalui hubungan antara dampak, sistem pengelolaan, indikator, target, realisasi, serta hasil nyata yang dicapai organisasi.
Pada dimensi sosial, buku ini menguraikan praktik ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja, keselamatan dan kesehatan kerja, kesetaraan, keberagaman, hak asasi manusia, human rights due diligence, mekanisme pengaduan, keterlibatan masyarakat, serta pengukuran dampak sosial. Berbagai kerangka internasional seperti ILO Core Conventions, SA8000, UN Guiding Principles on Business and Human Rights, AA1000, GRI, SASB, dan Corporate Human Rights Benchmark turut diperkenalkan untuk memberikan gambaran mengenai standar yang dapat digunakan dalam pengelolaan aspek sosial.
Aspek tata kelola membawa pembaca pada hubungan antara ESG dengan struktur organisasi, fungsi dewan komisaris dan direksi, koordinasi ESG, keuangan berkelanjutan, Sustainable Development Goals, Paris Agreement, emisi gas rumah kaca, Net Zero Emission, Enhanced Nationally Determined Contribution, serta pengelolaan risiko terkait perubahan iklim. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa tata kelola menjadi pengikat antara komitmen keberlanjutan dan penerapannya dalam proses bisnis serta operasional organisasi.
Buku ini juga memberikan perhatian khusus pada pelaporan ESG dan pengungkapan keberlanjutan. Evolusi pelaporan dari pendekatan sukarela menuju standardisasi global dibahas melalui perkembangan GRI, TCFD, ISSB, IFRS S1, IFRS S2, serta perkembangan regulasi di Indonesia. Pembaca diajak memahami empat pilar utama pengungkapan, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target, termasuk hubungan antara informasi keberlanjutan dengan laporan keuangan.
Emisi karbon menjadi salah satu contoh bagaimana informasi nonkeuangan membutuhkan sistem pengukuran yang kuat. Buku ini membahas Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, emisi yang dibiayai, penggunaan faktor emisi, serta kebutuhan organisasi membangun sistem data yang mampu menghasilkan informasi keberlanjutan secara konsisten dan dapat diverifikasi. Pembahasan mengenai pengungkapan simbolik dan substantif juga membantu pembaca menilai risiko greenwashing dalam laporan keberlanjutan.
Pada aspek audit, buku ini membahas konsep audit lingkungan, audit ESG, sustainability assurance, kriteria pemeriksaan, materialitas, bukti audit, penilaian risiko, tahapan pelaksanaan audit, evaluasi temuan, pelaporan, tindak lanjut, serta assurance atas laporan keberlanjutan. Audit ditempatkan sebagai mekanisme penting untuk meningkatkan kredibilitas informasi dan memastikan bahwa klaim ESG organisasi memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pembahasan selanjutnya mengarahkan pembaca pada pengukuran kinerja dan risiko ESG. Indikator ESG, materialitas, teknik pengukuran, hubungan ESG dengan kinerja organisasi, integrasi risiko dalam pengambilan keputusan, dan assurance atas informasi kinerja dibahas sebagai bagian dari sistem evaluasi yang membantu manajemen memahami posisi serta perkembangan keberlanjutan organisasi.
Buku ini kemudian membawa kerangka tersebut ke berbagai konteks industri. Implementasi ESG dibahas pada sektor jasa keuangan dan perbankan, energi dan pertambangan, manufaktur, agribisnis, perkebunan dan kehutanan, serta properti, infrastruktur, dan konstruksi. Setiap sektor memiliki karakter risiko dan prioritas yang berbeda, mulai dari pembiayaan hijau, dekarbonisasi, limbah B3, reklamasi, rantai pasok, pencegahan deforestasi, sertifikasi keberlanjutan, hingga penerapan bangunan hijau dan material rendah karbon.
Bagian akhir buku membahas berbagai tantangan implementasi ESG di Indonesia, perubahan regulasi dan standar global, transformasi digital dalam pengelolaan ESG, penguatan kapasitas organisasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta strategi membangun organisasi berkelanjutan. Bagian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan ESG tidak hanya bergantung pada kemampuan menyusun laporan, tetapi juga pada kualitas tata kelola, data, kompetensi sumber daya manusia, teknologi, kepemimpinan, dan konsistensi implementasi.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa akuntansi, manajemen, ekonomi, audit, keuangan, dan bisnis, dosen, peneliti, auditor, akuntan, manajemen perusahaan, praktisi keberlanjutan, pengelola risiko, regulator, serta pihak yang terlibat dalam penyusunan dan pemeriksaan laporan keberlanjutan. Dengan cakupan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, tata kelola, akuntansi, pelaporan, pengukuran, dan audit, buku ini dapat menjadi rujukan untuk memahami ESG tidak sekadar sebagai tren pelaporan, tetapi sebagai bagian dari sistem akuntabilitas dan pengelolaan organisasi yang berkelanjutan.
Buku Akuntansi & Audit Lingkungan (ESG) hadir sebagai referensi yang menghubungkan isu keberlanjutan dengan disiplin akuntansi dan audit. Bagian awal buku memperkenalkan konsep dasar Environmental, Social, and Governance, perkembangan ESG dari gagasan tanggung jawab sosial menuju kerangka pengukuran dan pengungkapan yang lebih terstruktur, serta hubungan ESG dengan strategi organisasi, manajemen risiko, akuntansi, dan fungsi audit.
Pembahasan kemudian diarahkan pada akuntansi lingkungan dan keberlanjutan. Pembaca diperkenalkan pada berbagai teori yang menjelaskan praktik pengungkapan lingkungan, seperti teori legitimasi, teori pemangku kepentingan, teori keagenan, teori sinyal, serta Resource-Based View. Buku ini juga membahas identifikasi, klasifikasi, dan alokasi biaya lingkungan, biaya sosial, investasi hijau, efisiensi sumber daya, Triple Bottom Line, Sustainability Reporting, serta integrasi informasi lingkungan ke dalam sistem pengendalian manajemen.
Dimensi lingkungan dalam ESG dibahas melalui berbagai isu seperti perubahan iklim, emisi gas rumah kaca, konsumsi energi, transisi energi bersih, penggunaan air, pemanfaatan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, limbah, polusi, dan ekonomi sirkular. Pembaca diajak memahami bahwa pengelolaan lingkungan tidak cukup dinilai dari banyaknya informasi yang dilaporkan, tetapi perlu dibaca melalui hubungan antara dampak, sistem pengelolaan, indikator, target, realisasi, serta hasil nyata yang dicapai organisasi.
Pada dimensi sosial, buku ini menguraikan praktik ketenagakerjaan, kesejahteraan pekerja, keselamatan dan kesehatan kerja, kesetaraan, keberagaman, hak asasi manusia, human rights due diligence, mekanisme pengaduan, keterlibatan masyarakat, serta pengukuran dampak sosial. Berbagai kerangka internasional seperti ILO Core Conventions, SA8000, UN Guiding Principles on Business and Human Rights, AA1000, GRI, SASB, dan Corporate Human Rights Benchmark turut diperkenalkan untuk memberikan gambaran mengenai standar yang dapat digunakan dalam pengelolaan aspek sosial.
Aspek tata kelola membawa pembaca pada hubungan antara ESG dengan struktur organisasi, fungsi dewan komisaris dan direksi, koordinasi ESG, keuangan berkelanjutan, Sustainable Development Goals, Paris Agreement, emisi gas rumah kaca, Net Zero Emission, Enhanced Nationally Determined Contribution, serta pengelolaan risiko terkait perubahan iklim. Pembahasan ini memperlihatkan bahwa tata kelola menjadi pengikat antara komitmen keberlanjutan dan penerapannya dalam proses bisnis serta operasional organisasi.
Buku ini juga memberikan perhatian khusus pada pelaporan ESG dan pengungkapan keberlanjutan. Evolusi pelaporan dari pendekatan sukarela menuju standardisasi global dibahas melalui perkembangan GRI, TCFD, ISSB, IFRS S1, IFRS S2, serta perkembangan regulasi di Indonesia. Pembaca diajak memahami empat pilar utama pengungkapan, yaitu tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target, termasuk hubungan antara informasi keberlanjutan dengan laporan keuangan.
Emisi karbon menjadi salah satu contoh bagaimana informasi nonkeuangan membutuhkan sistem pengukuran yang kuat. Buku ini membahas Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, emisi yang dibiayai, penggunaan faktor emisi, serta kebutuhan organisasi membangun sistem data yang mampu menghasilkan informasi keberlanjutan secara konsisten dan dapat diverifikasi. Pembahasan mengenai pengungkapan simbolik dan substantif juga membantu pembaca menilai risiko greenwashing dalam laporan keberlanjutan.
Pada aspek audit, buku ini membahas konsep audit lingkungan, audit ESG, sustainability assurance, kriteria pemeriksaan, materialitas, bukti audit, penilaian risiko, tahapan pelaksanaan audit, evaluasi temuan, pelaporan, tindak lanjut, serta assurance atas laporan keberlanjutan. Audit ditempatkan sebagai mekanisme penting untuk meningkatkan kredibilitas informasi dan memastikan bahwa klaim ESG organisasi memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pembahasan selanjutnya mengarahkan pembaca pada pengukuran kinerja dan risiko ESG. Indikator ESG, materialitas, teknik pengukuran, hubungan ESG dengan kinerja organisasi, integrasi risiko dalam pengambilan keputusan, dan assurance atas informasi kinerja dibahas sebagai bagian dari sistem evaluasi yang membantu manajemen memahami posisi serta perkembangan keberlanjutan organisasi.
Buku ini kemudian membawa kerangka tersebut ke berbagai konteks industri. Implementasi ESG dibahas pada sektor jasa keuangan dan perbankan, energi dan pertambangan, manufaktur, agribisnis, perkebunan dan kehutanan, serta properti, infrastruktur, dan konstruksi. Setiap sektor memiliki karakter risiko dan prioritas yang berbeda, mulai dari pembiayaan hijau, dekarbonisasi, limbah B3, reklamasi, rantai pasok, pencegahan deforestasi, sertifikasi keberlanjutan, hingga penerapan bangunan hijau dan material rendah karbon.
Bagian akhir buku membahas berbagai tantangan implementasi ESG di Indonesia, perubahan regulasi dan standar global, transformasi digital dalam pengelolaan ESG, penguatan kapasitas organisasi, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta strategi membangun organisasi berkelanjutan. Bagian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan ESG tidak hanya bergantung pada kemampuan menyusun laporan, tetapi juga pada kualitas tata kelola, data, kompetensi sumber daya manusia, teknologi, kepemimpinan, dan konsistensi implementasi.
Buku ini sesuai bagi mahasiswa akuntansi, manajemen, ekonomi, audit, keuangan, dan bisnis, dosen, peneliti, auditor, akuntan, manajemen perusahaan, praktisi keberlanjutan, pengelola risiko, regulator, serta pihak yang terlibat dalam penyusunan dan pemeriksaan laporan keberlanjutan. Dengan cakupan yang menghubungkan aspek lingkungan, sosial, tata kelola, akuntansi, pelaporan, pengukuran, dan audit, buku ini dapat menjadi rujukan untuk memahami ESG tidak sekadar sebagai tren pelaporan, tetapi sebagai bagian dari sistem akuntabilitas dan pengelolaan organisasi yang berkelanjutan.